KOTA BATU - Mikutopia menjadi salah satu destinasi wisata di Jawa Timur yang turut ambil bagian dalam mendukung pengembangan pariwisata ramah muslim. Tidak hanya menyediakan fasilitas ibadah bagi pengunjung, destinasi wisata di Kota Batu ini juga mengoptimalkan kenyamanan tempat ibadah agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
Kesiapan fasilitas tersebut menjadi bagian dari perhatian dalam proses penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Tim penilai bahkan melakukan pemeriksaan langsung terhadap fasilitas tempat ibadah di Mikutopia, mulai dari kelayakan ruangan, perlengkapan salat, hingga fasilitas tempat wudhu.
Mikutopia merupakan satu dari 12 destinasi wisata di Jawa Timur yang turut dilibatkan dalam mendukung pengembangan pariwisata ramah muslim. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pariwisata Jawa Timur hingga berhasil meraih peringkat kelima nasional dalam ajang IMTI 2026.
Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Jawa Timur meraih peringkat lima nasional menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi pengelola destinasi wisata untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan.
Ia mengungkapkan, tim penilai sempat datang langsung ke Mikutopia untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap fasilitas tempat ibadah.
“Tim penilai melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas tempat ibadah di Mikutopia. Pemeriksaannya cukup menyeluruh, mulai dari kelayakan tempat ibadah, perlengkapan salat, sampai fasilitas tempat wudhu. Jadi, bukan hanya melihat ketersediaannya, tetapi juga kondisi dan kelayakannya untuk digunakan pengunjung,” ujar Panji, Sabtu (31/10/2026).
Selain kelayakan fasilitas, Mikutopia juga memperhatikan aspek aksesibilitas agar tempat ibadah dapat dimanfaatkan oleh pengunjung dengan kebutuhan yang beragam, termasuk penyandang disabilitas.
Menurut Panji, fasilitas wisata yang ramah muslim idealnya tidak hanya menyediakan tempat untuk beribadah, tetapi juga memastikan pengunjung dapat mengakses dan menggunakannya dengan nyaman.
“Bagi kami, fasilitas ibadah merupakan salah satu bagian penting dari pelayanan kepada pengunjung. Karena itu, kami juga berupaya mengoptimalkan fasilitas agar lebih ramah bagi saudara-saudara penyandang disabilitas. Harapannya, setiap pengunjung memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati fasilitas yang tersedia dan menjalankan ibadah dengan nyaman,” ungkapnya.
Panji menambahkan, proses penilaian tersebut menjadi pengalaman sekaligus evaluasi positif bagi pengelola. Pemeriksaan secara langsung memberikan gambaran bahwa detail fasilitas pendukung, termasuk perlengkapan ibadah dan aksesibilitas, turut menjadi perhatian dalam pengembangan destinasi wisata.
“Ini menjadi masukan yang sangat baik bagi kami untuk terus berbenah. Kami ingin pengunjung tidak hanya mendapatkan pengalaman rekreasi melalui wahana yang tersedia, tetapi juga merasa nyaman dengan fasilitas pendukungnya. Kebersihan, kelayakan, dan aksesibilitas tempat ibadah tentu harus terus kami perhatikan,” tambah Panji.
Ia berharap capaian Jawa Timur dalam IMTI 2026 dapat mendorong semakin banyak destinasi wisata untuk meningkatkan standar pelayanan dan memperhatikan kebutuhan seluruh pengunjung.
“Kami berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi semangat bersama untuk meningkatkan kualitas pariwisata Jawa Timur. Mikutopia tentu ingin terus mengambil bagian dalam upaya tersebut melalui peningkatan fasilitas, pelayanan, dan kenyamanan bagi wisatawan,” tegasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil meraih peringkat kelima nasional dalam ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Penghargaan tersebut diterima dalam kegiatan Indonesia Muslim Friendly Tourism Summit (IMFTS) yang menjadi bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Assembly Hall 1–2, Jakarta International Convention Center (JICC), pada 16 Oktober 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses penilaian IMTI 2026. Ia menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pemangku kepentingan pariwisata di Jawa Timur.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk dukungan Saudara dalam menyukseskan proses penilaian Indonesian Muslim Travel Index (IMTI) tahun 2026. Semoga ke depannya kita dapat bekerja sama dan bersinergi untuk pengembangan pariwisata Jawa Timur,” kata Evy.
Dalam pemeringkatan tersebut, Jawa Timur juga mencatatkan prestasi pada kategori Access dengan menempati peringkat kedua nasional. Sementara pada kategori Services, Jawa Timur berada di posisi kelima nasional.
Penilaian IMTI 2026 menggunakan kerangka ACES yang mencakup empat aspek utama, yakni Access, Communication, Environment, dan Services. Keempat aspek tersebut menjadi indikator untuk melihat kesiapan ekosistem pariwisata suatu daerah dalam memenuhi kebutuhan wisatawan muslim.
Aspek Access berkaitan dengan kemudahan akses dan konektivitas menuju destinasi. Communication mencakup penyediaan informasi, promosi, serta edukasi kepada pemangku kepentingan. Environment menilai kesiapan lingkungan dan ekosistem destinasi, sedangkan Services berfokus pada ketersediaan serta kualitas pelayanan bagi wisatawan muslim.
Penilaian tersebut melibatkan 15 provinsi di Indonesia dengan menggunakan 62 kumpulan data. Dengan demikian, pemeringkatan tidak hanya bertumpu pada satu destinasi atau fasilitas tertentu, tetapi melihat kesiapan ekosistem pariwisata secara lebih luas.
Keterlibatan Mikutopia bersama 11 destinasi lainnya menjadi bagian dari kolaborasi untuk memperkuat posisi Jawa Timur dalam pengembangan pariwisata ramah muslim. Capaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi pelaku industri wisata agar terus meningkatkan kualitas fasilitas, pelayanan, dan aksesibilitas.
Bagi Mikutopia, pengembangan destinasi wisata tidak hanya berorientasi pada daya tarik wahana dan hiburan, tetapi juga bagaimana menghadirkan lingkungan yang nyaman dan inklusif. Dengan fasilitas ibadah yang layak serta memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas, Mikutopia berupaya memberikan pengalaman berwisata yang lebih ramah bagi seluruh pengunjung. (Rafli)
Editor : JTV Malang























